Translate

Rasa Bangga yang Sehat VS Rasa Bangga yang Tidak Sehat

Mana yang anda akan pilih? rasa bangga dengan bukti yang mendukung,
atau rasa bangga palsu yang hanya muncul karena kesombongan semata
Rasa bangga adalah salah satu emosi yang positif, karena rasa bangga bisa mendorong seseorang untuk bekerja lebih keras, rasa bangga bisa membuat seseorang merasa lebih percaya diri, bahkan rasa bangga bisa membuat seseorang menghargai dan menerima orang lain. Rasa bangga bisa menjadi suatu hal yang positif hanya hingga titik tertentu. Tetapi walaupun demikian, saya secara pribadi percaya bahwa rasa bangga itu seperti "pedang bermata dua" satu sisinya memiliki ujung yang tumpul yang tidak berbahaya, tapi di sisi lain terdapa ujung yang tajam dan berpotensi merusak orang yang menggunakannya.

Baca Juga :
Rasa Bangga Emosi yang Dibutuhkan untuk Sukses
Semua orang mengejar perasaan superioritas

Leon F Seitzer Ph.D. dalam artikelnya yang berjudul 8 Crucial Differences Between Healthy and Unhealthy Pride mengatakan bahwa dia mempercayai adanya dua tipe rasa bangga; yaitu rasa bangga yang sehat, dan rasa bangga yang tidak sehat. Dia merumuskan kedua rasa bangga tersebut kedalam 8 karakteristik yang dianggap bisa menjadi pembeda rasa bangga yang sehat (sering juga disebut dengan rasa bangga yang sesungguhnya, yang asli, yang tidak dibuat-buat) dan rasa bangga yang tidak sehat (sering disebut juga dengan rasa bangga palsu, yang buruk, keangkuhan dan kesombongan).

Berikut adalah 8 karakteristik yang disebutkan oleh Leon F. Seitzer :

Rasa Bangga : Emosi yang Dibutuhkan untuk Sukses

Perasaan bangga adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan
Wright bersaudara berhasil menemukan pesawat terbang, Thomas Edison orang yang berhasil menemukan bola lampu, J.K. Rowling pengarang buku Harry Potter berhasil menjual jutaan kopi buku karangannya, Akio Morita berhasil mendirikan perusahaan electronic Sony yang merupakan perusahaan besar di bidang elektronik, dan masih banyak lagi list orang sukses yang belum disebutkan. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil mencapai kesuksesan dalam bidang yang mereka geluti.

Pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak kita adalah bagaimana mereka bisa sukses? proses apa yang terjadi didalam diri mereka sehingga mereka bisa sukses seperti sekarang? Mungkin kita juga akan berpikir dengan simpel bahwa kesuksesan mereka disebabkan oleh  kejeniusan mereka, mereka adalah orang-orang hebat yang bekerja tiada henti untuk mencapai keinginan dan mimpi mereka.

Pikiran seperti itu bukanlah sesuatu yang salah, tetapi jika kita berpikir seperti itu mungkin kita tidak akan belajar untuk bisa seperti mereka karena setiap orang yang sukses akan kita generalisir sebagai orang yang "jenius", dan bisa jadi itu malah menghentikan langkah kita untuk meniru mereka karena menganggap kita tidak memiliki kemampuan yang sama dengan mereka. Kita akan coba lihat dari sudut pandang lain apa yang menyebabkan seseorang bisa sukses, apa yang menyebabkan seseorang bisa mencapai mimpi mereka.

Ketika kita bertanya mengenai apa bagian dari manusia yang membuat kita bisa berprestasi, menciptakan, menemukan, atau memperbaharui sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain? Jawabannya adalah emosi yang memotivasi manusia untuk mencapai kesuksesan, yaitu rasa bangga. Walaupun masih ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan, tetapi perasaan bangga adalah emosi yang memberikan kontribusi terhadap banyaknya kesuksesan dan prestasi yang besar sepanjang kehidupan umat manusia, mulai dari karya seni yang merupakan masterpiece, ataupun penemuan besar lainnya.

4 Manfaat Bermain Video Game

Video game itu sebenarnya bermanfaat atau tidak?
Video game menjadi perhatian para peneliti karena dianggap membawa pengaruh negatif bagi kehidupan seseorang. Bahkan para ahli ingin mengklasifikasikan kecanduan video game sebagai salah satu gangguan mental, karena kecanduan video game bisa membuat seseorang kehilangan banyak hal seperti pekerjaan, sekolah, dan hubungan dengan orang lain. Beberapa kasus juga, seperti halnya kasus kematian karena kebanyakan bermain video game menjadi penguat bagi para peneliti bahwa kecanduan video game merupakan salah satu gangguan mental dan hal yang berbahaya bagi seseorang.


Tapi benarkah bahwa video game hanya membawa sesuatu yang negatif? Dalam artikel video game play may provide learning, health, social benefits, review finds, Isabela Granic. PhD. dari Radbound University Nijmegen di Belanda mengatakan bahwa “penelitian mengenai pengaruh buruk dari bermain video game, termasuk kecanduan, depresi, dan agresi sangat banyak, dan kita tidak boleh mengabaikan penelitian-penelitian tersebut. Tetapi, jika kita ingin mengerti pengaruh video game terhadap perkembangan anak dan remaja (karena seusia mereka lah yang banyak bermain video game), perspektif yang lebih seimbang dibutuhkan.

Intinya adalah agar lebih adil, jika banyak penelitian mengenai pengaruh buruk kita harus melihat juga apakah ada pengaruh positif dari hal tersebut. Apakah ada hal positif yang bisa diambil dari bermain video game? Kita harus membiasakan diri untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang.

Kecanduan Video Game : Ciri-Cirinya dan Hasil Penelitian

Kecanduan game mulai menjadi masalah dan perhatian para peneliti
Video game bukan merupakan sesuatu yang asing bagi kita, baik itu game computer, console, atau game-game yang ada di smartphone. Pembaca saya rasa pasti pernah memainkan paling tidak satu atau dua video game semasa hidupnya, apakah itu game-game sederhana seperti candy crush yang bisa dimainkan kapan pun dan dimana saja, atau game yang sedikit lebih berat, yang mereka butuh waktu untuk menyelesaikannya, sebagai misal game action yang paling popular sekarang, Grand Theft Auto V adalah salah satu contoh game yang membutuhkan waktu untuk bisa menyelesaikannya, atau bahkan game online seperti Dota 2, Closer, dan game-game online lainnya yang membutuhkan tempat dan fasilitas khusus untuk memainkannya, serta membutuhkan dedikasi untuk bisa hebat  dan ahli didalamnya.

Menurut penulis, video game adalah sesuatu yang menyenangkan, bahkan penulis sendiri meluangkan waktu khusus untuk bisa bermain video game. Penulis merasa bahwa video game bisa melepaskan kita dari kejenuhan dan rasa lelah setelah seharian bekerja. Bagi penulis bermain video game adalah suatu hobi, ada kepuasan tersendiri ketika penulis bermain dan bisa menyelesaikan suatu judul video game.

Tetapi, walaupun video game bisa membuat kita senang dan bisa membuatu kita melepaskan kejenuhan, tidak bisa dipungkiri bahwa para peneliti mulai mewaspadai efek negatif pada video game terutama dengan apa yang disebut dengan video game addiction, atau kecanduan pada video game. Beberapa kasus terjadi, bahkan di Indonesia sendiri ada beberapa kasus kematian dan kekerasan yang disenyalir karena pengaruh video game. Kasus-kasus inilah yang membuat para peneliti mulai tertarik untuk melihat mengenai kecanduan pada video game.

Hal-Hal yang Membuat Kita Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Sehat

Kenapa kita bertahan dalam hubungan yang tidak sehat?
Kenapa kita bertahan dalam hubungan yang tidak membawa kebaikan?
Setiap orang pasti pernah dan membutuhkan hubungan dalam hidupnya. Kita pun demikian, kita butuh teman kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Penulis membutuhkan orang tua, kawan, keluarga, dan kekasih, begitu juga dengan para pembaca sekalian. Pembaca juga pasti butuh seseorang dalam kehidupan pembaca, siapapun itu, pasti kita semua memiliki orang-orang yang berharga di dalam hubungan kita.

Kita membutuhkan orang lain, kita membutuhkan teman, karena itu lah kita menjaga hubungan kita dengan mereka, kita memelihara kedekatan dengan mereka. Tetapi, walaupun demikian tidak semua hubungan dalam kehidupan kita bersifat baik. Ada bentuk-bentuk hubungan yang sebenarnya merugikan kita, ada hubungan-hubungan yang sebenarnya lebih baik kita tinggalkan. Hubungan-hubungan yang kita berusaha pelihara, tapi pasangan kita dalam hubungan itu tidak melakukan hal yang sama, bahkan mungkin mereka mengacuhkan kita, mereka tidak peduli dan merendahkan kita.

Ada seorang istri yang terus disiksa oleh suaminya tapi tetap bertahan, atau seorang anak yang dimintai uang terus-menerus, “dipekerjakan”, dan dibully oleh anak-anak sebayanya tapi dia masih tetap berteman dengan dia, atau seorang laki-laki yang berpacaran dengan wanita, dan dia hanya dimanfaatkan untuk mengantar jemput saja, tetapi wanita tersebut menjalin hubungan asmara lain dibelakangnya. Kejadian-kejadian seperti ini tidak jauh dari kehidupan kita, kejadian-kejadian seperti ini ada disekitar kita, bahkan mungkin kita atau orang-orang terdekat di sekitar kita pernah mengalami hal ini.

Menggambar untuk Meningkatkan Mood

Dengan menggambar selama 15 menit kita bisa merubah
emosi negatif menjadi emosi positif
Menggambar bagi penulis memiliki arti tersendiri, karena itu merupakan hobi yang penulis lakukan sejak kecil. Banyak pengalaman penulis karena menggambar, mulai dari mendapat pujian hingga mendapat uang, mulai dari di kritik hingga dimarahi oleh guru di depan murid lain karena kegiatan tersebut. Menggambar menjadi sebuah kegiatan yang berharga bagi penulis, dari menggambarlah penulis bisa dikenal oleh teman, dan dari gambar pula beberapa kali penulis berusaha menyampaikan pesan.

Pada artikel kali ini, penulis ingin berbagi dengan pembaca mengenai hal tersebut, ingin berbagi mengenai menggambat. Sekaligus, karena situs ini adalah situs psikologi penulis juga berusaha mengkaitkan menggambar dengan keilmuan tersebut.

Kegiatan menggambar banyak dilakukan oleh anak kecil, dan terkadang bagi anak kecil menggambar adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Tetapi, walaupun demikian menggambar tidak dikhususkan untuk anak kecil. Menggambar bisa jadi merupakan kegiatan orang dewasa juga, bahkan sekarang banyak bermunculan buku-buku mewarnai untuk orang dewasa yang polanya lumayan rumit, atau event-event menggambar di bar, dan alat-alat gambar digital.

Para ahli sudah lama tertarik dengan seni, seperti music dijadikan sebagai terapi, campuran-campuran warna tertentu yang bisa mempengaruhi emosi, dan begitu pula dengan gambar. Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang merasa bawa mereka bukan seseorang yang “artistik, kembali menemukan perasaan senang, nyaman, dan legia ketika menggambar. Lalu sebenarnya apa yang membuat mereka merasakan hal ini?

Cara Meningkatkan Kecepatan dan Daya Tahan dalam Mengingat

Melatih otak menggunakan banyak indera agar bisa mengingat
dengan lebih cepat dan lebih tahan lama

Penulis teringat dengan pengalaman penulis pada masa-masa kelas satu atau dua SMA. Pada saat itu ada test dadakan mengenai kosa kata Bahasa Jepang, dan setiap anak diberi waktu sekitar 20 menit untuk menghapal kosa kata – kosa kata yang telah dipelajari sebelumnya. Tentu para murid menjadi panic karena mereka menganggap menghapal kosa kata yang banyak dalam 20 menit adalah hal yang sangat sulit.

Pendek cerita, 5 menit berlalu dan teman satu bangku penulis sudah menghapal semua kosa kata tersebut dalam waktu 5 menit itu, dan dia menghabiskan sisa waktu dengan melafalkan tanpa melihat atau melakukan aktifitas lainnya. Penulis berkomentar terhadapnya “kamu hebat, bisa hafal kosa kata tersebut dalam waktu yang sebentar, ayo ajarkan saya caranya?”. Tapi, walaupun penulis berkata demikian dia tidak bisa mengajarkannya kepada penulis. Bukan karena dia tidak mau, tapi karena dia bingung.

Pada saat itu penulis berpikir bahwa dia bisa mengingat semua itu karena dia pintar, dia cerdas, IQnya tinggi. Betul, faktor-faktor tersebut bisa membuat seseorang mengingat dan memahami suatu hal dengan cepat. IQ, kecerdasan, dan kepintaran bisa membuat orang dapat mengingat dan memahami suatu konsep, hitungan, atau kosa kata dalam waktu yang singkat. Lalu apakah kemampuan itu hanya dimiliki oleh orang yang memiliki IQ tinggi? Bagaimana dengan penulis, yang penulis rasa hanya bermodalkan rajin saja, penulis yang sering lupa mengenai banyak hal.

Setelah itu, penulis mencoba untuk menggunakan mesin pencari mengenai cara mengingat dengan cepat, cara untuk menghafal dengan cepat. Karena menghafal dan mengingat sesuatu dengan cepat merupakan suatu hal yang penting, apakah itu dalam kegiatan pendidikan atau pekerjaan, bahkan dalam menjalin hubungan sosial sekali pun. Penulis sering terkena masalah karena penulis sering lupa dengan nama orang, yang sebetulnya mereka pernah bertemu dengan kita.