Translate

Rasa Bangga yang Sehat VS Rasa Bangga yang Tidak Sehat

Mana yang anda akan pilih? rasa bangga dengan bukti yang mendukung,
atau rasa bangga palsu yang hanya muncul karena kesombongan semata
Rasa bangga adalah salah satu emosi yang positif, karena rasa bangga bisa mendorong seseorang untuk bekerja lebih keras, rasa bangga bisa membuat seseorang merasa lebih percaya diri, bahkan rasa bangga bisa membuat seseorang menghargai dan menerima orang lain. Rasa bangga bisa menjadi suatu hal yang positif hanya hingga titik tertentu. Tetapi walaupun demikian, saya secara pribadi percaya bahwa rasa bangga itu seperti "pedang bermata dua" satu sisinya memiliki ujung yang tumpul yang tidak berbahaya, tapi di sisi lain terdapa ujung yang tajam dan berpotensi merusak orang yang menggunakannya.

Baca Juga :
Rasa Bangga Emosi yang Dibutuhkan untuk Sukses
Semua orang mengejar perasaan superioritas

Leon F Seitzer Ph.D. dalam artikelnya yang berjudul 8 Crucial Differences Between Healthy and Unhealthy Pride mengatakan bahwa dia mempercayai adanya dua tipe rasa bangga; yaitu rasa bangga yang sehat, dan rasa bangga yang tidak sehat. Dia merumuskan kedua rasa bangga tersebut kedalam 8 karakteristik yang dianggap bisa menjadi pembeda rasa bangga yang sehat (sering juga disebut dengan rasa bangga yang sesungguhnya, yang asli, yang tidak dibuat-buat) dan rasa bangga yang tidak sehat (sering disebut juga dengan rasa bangga palsu, yang buruk, keangkuhan dan kesombongan).

Berikut adalah 8 karakteristik yang disebutkan oleh Leon F. Seitzer :

1. Rasa bangga yang sehat adalah tentang rasa percaya diri, yang pada hakikatnya menunjukan sikap "saya bisa melakukannya". Seseorang yang memiliki kepercayaan diri atau rasa bangga yang sehat akan mendapati bahwa prestasi mereka adalah sesuatu yang memuaskan dan mereka benar-benar percaya bahwa keberhasilan akan memberikan banyak keberhasilan lainnya. Sehingga perasaan ini akan membuat mereka terus berusaha dan berjuang untuk terus mendapatkan prestasi-prestasi yang jauh lebih besar.

Sementara orang dengan rasa bangga yang tidak sehat, mereka juga merasa bahagia dengan kesuksesan. Tetapi, apa yang menjadi dorongan mereka untuk sukses sangat berbeda dengan orang yang memiliki rasa bangga yang sehat. Dorongan mereka untuk sukses adalah dorongan yang tidak terarah, mereka berusaha mengejar kesuksesan untuk membuktikan pada orang lain dan pada dirinya sendiri bahwa dirinya adalah orang yang hebat. Kepercayaan diri mereka muncul karena keangkuhan, kesombongan, dan sifat keras kepala mereka.

2. Seseorang dengan rasa bangga yang sehat cenderung akan menunjukan pikiran positif mengenai diri mereka, dan hal ini didasari oleh hasil kerja keras mereka sehingga mereka dapat menggapai suatu prestasi. Faktor utama dari kenapa mereka menunjukan kerja keras untuk menggapai suatu prestasi, karena mereka tidak ingin menunjukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Mereka ingin apa yang mereka lakukan dikerjakan dengan sebaik mungkin. Selain itu, seseorang dengan rasa bangga yang sehat cenderung bahagia dengan diri mereka.

Sementara itu, seseorang dengan rasa bangga yang tidak sehat cenderung akan menunjukan hasil pekerjaan yang biasa saja. Tetapi, mereka akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat istimewa. Bahkan mereka bisa mengatributkan kesuksesan orang lain kepada dirinya sendiri hanya karena mereka sedikit berperan dalam kesuksesan tersebut. Selain itu, seseorang dengan rasa bangga yang cenderung tidak sehat cenderung merasa bahwa ada yang salah pada diri mereka walaupun mereka tidak mau mengakui hal tersebut.

3. Rasa bangga yang sehat ditunjukan melalui cara yang asertif, dan lebih sering disampaikan secara tersirat. Seseorang yang memiliki rasa bangga yang sehat tidak akan mengatakan bahwa dirinya mampu, mereka tidak akan mengatakan bahwa dirinya hebat. Mereka hanya akan mendemonstrasikan hal tersebut pada orang lain, mereka menunjukan bahwa diri mereka mampu dengan melakukannya. Mereka tidak akan memandang rendah orang lain, malah mereka akan mengajak orang lain untuk bekerja sama dengan mereka. Sehingga hubungan mereka dengan orang lain pun akan terjaga.

Sementara orang yang memiliki rasa bangga yang tidak sehat, cenderung ingin selalu menunjukan bahwa diri mereka hebat. Mereka menunjukan kehebatan mereka dengan mengumbarnya pada orang lain, memandang rendah orang lain, bahkan menindas orang lain agar mereka tidak dapat melampaui dirinya. Karena mereka melakukan hal ini, hubungan mereka dengan orang lain cenderung buruk dan mereka tidak mau bekerja sama dengan orang lain karena alasan gengsi dan lain sebagainya.

4. Seseorang dengan rasa bangga yang sehat tidak akan membandingkan dirinya dengan orang lain. Hal yang mereka katakan adalah bahwa mereka senang sudah berhasil dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka. Sementara seseorang dengan rasa bangga yang tidak sehat akan membandingkan diri mereka dengan orang lain, mereka akan sering mengatakan "lihat apa yang kulakukan" atau "saya lebih baik dari dia" dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki rasa bangga yang tidak sehat merasa puas dengan merendahkan orang lain.

5. Rasa bangga yang sehat muncul karena pengukuran yang sesuai terhadap kemampuan mereka.  Seseorang yang memiliki rasa bangga yang sehat, mereka cenderung realistik dalam melihat kemampuan mereka dan keberhasilan mereka. Sementara seseorang dengan rasa bangga yang tidak sehat cenderung arogan, dan membanggakan hal yang mereka tidak miliki. Mereka tidak realistis dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan mereka.

6. Rasa bangga yang sehat akan membuat mereka menunjukan perilaku-perilaku yang pro-sosial. Seseorang yang memiliki rasa bangga yang sehat cenderung peduli terhadap lingkungan sekitarnya, peduli terhadap aturan-aturan yang berlaku disekelilingnya. Mereka akan mendukung orang lain untuk mencontoh keberhasilan mereka. Kata-kata yang sering mereka katakan pada orang-orang adalah "jika aku bisa melakukan ini, maka kalian juga bisa melakukannya."

Sementara seseorang dengan rasa bangga yang tidak sehat cenderung menunjukan perilaku-perilaku yang anti-sosial. Mereka tidak peduli pada orang lain, dan tidak peduli pada aturan-aturan yang mengikat mereka. Mereka menghambat orang lain untuk sukses dan menganggap bahwa hanya diri mereka saja yang bisa melakukan suatu pekerjaan tertentu. Mereka akan berusaha menjatuhkan orang lain agar dirinya tetap terlihat hebat.

7. Seseorang dengan rasa bangga yang sehat akan memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk bisa mengikuti mereka dan bergabung dengan mereka. Seseorang dengan rasa bangga yang sehat tidak akan "pelit" terhadap kesuksesan yang mereka dapatkan, mereka akan berbagi dengan orang lain. Hal ini membuat orang tertarik kepada mereka, karena orang-orang cenderung tidak merasa terancam ataupun merasa terintimidasi dengan keberadaan mereka.

Sementara orang dengan rasa bangga yang tidak sehat, cenderung "ngeboss" dihadapan orang lain. Mereka tidak mau berbagi kesuksesan mereka, bahkan mereka melakukan berbagai hal agar orang lain tidak ada yang mampu untuk melampaui mereka. Pada dasarnya mereka menganggap semua orang musuh, sehingga orang-orang akan cenderung menjauhi mereka karena mereka merasa terancam dan merasa terintimidasi dengan keberadaan orang-orang yang memiliki rasa bangga yang tidak sehat.

8. Seseorang dengan rasa bangga yang sehat tidak akan egosentris. Mereka tidak hanya bangga dengan kesuksesan mereka sendiri, tetapi mereka juga bangga terhadap kesuksesan orang-orang disekitar mereka. Mereka bangga dengan kesuksesan teman mereka, anak mereka, saudara mereka, istri mereka dan lain sebagainya. Mereka akan berusaha dengan keras untuk membantu orang-orang tersebut untuk sukses dalam melakukan pekerjaan mereka. Sementara orang yang memiliki rasa bangga yang tidak sehat, tidak akan bangga terhadap keberhasilan orang lain. Mereka cenderung iri terhadap orang lain dan bagi mereka hanya mereka saja yang diperbolehkan untuk sukses.

Baca juga :
Apakah minat sosial sudah berkembang dalam diri kita

Akhir kata, rasa bangga adalah sesuatu yang positif bagi diri kita selama rasa bangga yang kita miliki adalah rasa bangga yang sehat. Ketika kita merasa bahwa ada karakteristik-karakteristik rasa bangga yang tidak sehat pada diri kita, segeralah mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan pada diri kita agar kita tidak terjebak didalam rasa bangga yang palsu.

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat :)
Jika dirasa bermanfaat silahkan share pada teman-teman ataupun orang-orang yang anda sayangi karena mungkin mereka membutuhkan :D

5 comments:

  1. Artikel nya bagus...sekedar saran untuk artikel selanjutnya kalau bisa mengenai komunikasi dan pola asuh, terima kasih admin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, dan terima kasih juga atas sarannya :)
      Iya, saat ini bahasan mengenai komunikasi dan pola asuh belum begitu banyak.

      Tapi sudah ada beberapa artikel tersedia, silahkan cari di kategori komunikasi dan keluarga :D

      Delete
  2. Informatif, tak byk dari kita yg mencoba utk mawas diri. Semoga bermanfaat utk byk kalangan

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar

"Mohon untuk tidak memberikan komentar yang berbau SARA,pornografi atau pesan negatif lainnya, karena akan kami hapus dari postingan ini"