Translate

Pemimpin Yang Hebat Itu Dilahirkan Atau Diciptakan?

Pemimpin yang hebat itu memang terlahir sebagai yang hebat atau karena belajar banyak hal
Pertanyaan mengenai “dilahirkan seperti itu?” atau “diciptakan oleh lingkungan?” adalah pertanyaan yang khas dalam psikologi. 

Mulai dari kecerdasan seseorang, perilaku homoseksual, kecenderungan seseorang menderita gangguan tertentu, dan masalah kepemimpinan adalah beberapa isu yang tidak lepas dari pertanyaan diatas. Apakah seorang genius dilahirkan? atau kah hasil pembelajaran? apakah seorang menjadi homoseksual karena dilahirkan? atau karena pengaruh lingkungan? apakah seorang pemimpin yang hebat dilahirkan? atau karena dia belajar memimpin?

Sudah banyak sekali contoh pemimpin hebat sepanjang sejarah umat manusia. Mulai dari Rasulnya orang Islam Rasulullah Muhammad SAW yang berhasil membuat Islam menjadi salah satu agama terbesar di dunia, Presiden pertama kita Ir. Soekarno yang memimpin perjuangan Indonesia hingga mencapai kemerdekaan, hingga Adolf Hitler, pemimpin Nazi yang kekejamannya masih diingat hingga sekarang. 

Terlepas dari perbedaan moral yang kontras diantara mereka, orang-orang tersebut merupakan pemimpin yang hebat, pemimpin yang mampu mengarahkan orang-orang pada satu tujuan tertentu.

Pertanyaannya adalah apakah pemimpin yang hebat itu “terlahir”?, dalam artian secara genetik dan psikologis sudah memiliki karakteristik, kepribadian unggul, dan seakan-akan diciptakan secara khusus untuk menjadi seorang pemimpin, atau pimpinan hebat itu “diciptakan”? dalam artian pemimpin yang hebat itu terlahir karena pengalaman dia berinteraksi dengan lingkungan, karena pola asuh orang-tua yang baik, dan akibat pembelajaran yang diberikan oleh lingkungan.


Teori-teori awal tentang kepemimpinan memang mengatakan bahwa pemimpin yang hebat itu disebabkan oleh karena dia memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam psikologi teori ini disebut dengan teori traits, teori ini menyebutkan bahwa ada tujuh karakteristik yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi pemimpin yang hebat. 

Baca juga :

Karakteristik-karakteristik itu adalah, dorongan yang kuat untuk sukses, keinginan untuk memimpin, kejujuran, kecerdasan, kemampuan dalam pekerjaannya sekarang, kepercayaan diri, dan seorang yang terbuka atau sociable.

Hal ini tentu tidak salah, ketika seseorang memiliki karakteristik-karakteristik tersebut mereka mungkin akan menjadi seseorang pemimpin yang hebat. Tapi apakah orang yang tidak memiliki karakteristik-karakteristik itu tidak bisa memimpin? 

Apakah seorang pemimpin itu hanya diperuntukan bagi seseorang yang memiliki bakat kepemimpinan saja? Tentu tidak, dalam psikologi ada teori-teori kepemimpinan lain yang menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang lebih daripada kepribadian.

Misalnya, teori kontingensi mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik itu membutuhkan pemahaman mengenai siapa yang dipimpin, pemahaman mengenai karakteristik bawahan kita. Ketika bawahan kita adalah seorang yang mampu dan bersemangat dalam bekerja perilaku yang kita berikan akan berbeda dengan yang tidak begitu mampu dan sangat bersemangat, dan perlakuan yang diberikan juga harus lebih berbeda pada mereka yang tidak mampu dan tidak bersemangat.

Selain hal tersebut, masih banyak lagi yang perlu dipelajari untuk menjadi seorang pemimpin, misalnya bagaimana cara kita membangun kepercayaan dengan orang lain, memotivasi bawahan kita yang memiliki masalah dalam pekerjaan maupun masalah yang bersifat personal, membuat orang lain yang menjadi bawahan kita yakin bahwa kita adalah orang yang memegang kekuatan dalam memutuskan persoalan organisasi, dan keterampilan serta pengetahuan lainnya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat.

Baca juga :

Dari uraian diatas, kesimpulannya adalah karakteristik bawaan itu akan membantu seseorang untuk menjadi menjadi seorang pemimpin, tapi untuk seutuhnya menjadi seorang pemimpin yang hebat, dibutuhkan lebih dari sekedar karakteristik dan kepribadian saja, butuh pengalaman, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mengenai kepemimpinan dan apa yang dia pimpin. 

Seseorang yang memiliki kepribadian yang jujur belum tentu bisa jadi pemimpin yang hebat, jika dia tidak tau cara untuk membangun keyakinan pada orang lain bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan dan mengarahkan mereka. Seseorang yang sociable dan cerdas belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat jika dia tidak tau caranya untuk membangun kepercayaan dengan orang-orang yang dia pimpin.

Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua orang memiliki “bakat” untuk menjadi seorang pemimpin. Orang-orang bisa 100% mempelajari teknik kepemimpinan, tapi walupun demikian tetap saja tidak semua orang memiliki karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin. Seseorang yang sudah memiliki "bakat" mereka memiliki keuntungan dan mereka tinggal mengembangkan "bakat" mereka.

Walaupun demikian, terkadang “bakat” atau sebutan “seorang pemimpin yang terlahir natural” bisa merusak seseorang, misalnya membuat orang tersebut menjadi arogan dan berbuat seenaknya pada orang lain. 

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat :)

Jika dirasa bermanfaat silahkan share pada teman-teman ataupun orang-orang yang anda sayangi karena mungkin mereka membutuhkan :D

Sumber :

Robbins, Stephen P., Coulter, M. (2012). Management 11th Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Williams, M. (2013, November 26). Nature Vs Nurture : Can You Learn To Be A Successful Leader? Diunduh July 30, 2015.

2 comments:

Silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar

"Mohon untuk tidak memberikan komentar yang berbau SARA,pornografi atau pesan negatif lainnya, karena akan kami hapus dari postingan ini"