Translate

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) - Tidak Semua Luka Bisa Terlihat



"Tidak semua luka terlihat"
Banyak veteran perang, para tentara yang dikirim ke irak, vietnam, afganistan, dan perang-perang lainnya masih dalam keadaan “berperang” bahkan setelah mereka pulang ke kampung halaman mereka. Apa yang mereka perangi? Yang mereka perangi adalah bayangan masa lalu mereka ketika berada dalam situasi berpereang. 

Para veteran tersebut masih ketakutan, diri mereka masih dalam keadaan siaga bahkan setelah mereka pulang ke rumah keluarga mereka. Mereka takut ketika mendengar suara-suara yang kecil seperti suara tikus, cicak yang ada di pintu, dan lain sebagainya. Mereka takut mendengar suara-suara tersebut karena menurut mereka itu adalah suara musuh yang sedang mengintai mereka. Kondisi mereka adalah suatu kondisi dimana mereka mengalami gangguan psikologis yang sering disebut oleh para ahli sebagai gangguan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Para veteran perang tersebut menjadi berbeda setelah mereka kembali dari medan perang, mereka cenderung menjadi lebih agresif dan masih melakukan kegiatan-kegiatan seperti ketika mereka masih dalam keadaan bertugas. Ketika pulang kerumah mereka masih mengendap-ngendap di jalan, dan bersembunyi di balik tembok, lalu menyerang orang yang mereka sangka mengikuti mereka dan mereka sangka sebagai musuh, bereaksi berlebihan terhadap suara-suara keras, menyangka hal tersebut sebagai bom. 

Hal apakah yang menyebabkan mereka seperti itu, mereka menjadi seperti itu karena bayangan mereka terhadap medan perang masih tergambar jelas dalam ingatan mereka. Mereka mengalami hal seperti ini karena ada "luka yang tidak terlihat" pada diri mereka, yaitu luka pada jiwa mereka, sehingga mereka masih belum bisa terlepas dari hal yang menyebabkan trauma pada mereka.

Penggambaran pada para veteran perang tersebut diharapkan membantu pembaca untuk memahami bahwa PTSD, seperti namanya, adalah gangguan yang dialami oleh seseorang setelah mengalami peristiwa-peristiwa yang dianggap traumatik.

Tapi, PTSD bukanlah gangguan yang hanya dialami oleh veteran perang saja, PTSD adalah gangguan yang bisa dialami oleh siapapun, gangguan yang akan dialami oleh orang-orang yang mengalami peristiwa-peristiwa traumatik, seperti bencana alam, kecelakaan, kekerasan, keguguran kandungan dan peristiwa-peristiwa traumatik lainnya.

Orang-orang yang mengalami peristiwa traumatik itu tidak bisa lepas dari kengerian yang mereka hadapi, mereka masih dibayangi oleh ketakutan-ketakutan terhadap pengalaman tersebut bahkan setelah pengalaman tersebut berakhir. Jika ada seseorang yang mengalami kengerian tsunami, mungkin mereka akan beraksi berlebihan ketika mendengar suara bergemuruh, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara kita mengetahui bahwa seseorang mengalami gangguan tersebut? Pada umumnya gejala PTSD bisa dibagi menjadi tiga kategori yaitu : adanya kenangan-kenangan yang mengganggu (intrusive memories), adanya mati rasa secara emosi (emotional numbing), dan adanya peningkatan kecemasan atau peningkatan emosi (hyperarousal). Seseorang didiagnosa mengalami gangguan PTSD apabila ada gejala-gejala dari tiap kategori muncul selama kurang lebih satu bulan.

1. Intrusive Memories

Gejala yang terdapat pada kategori intrusive memories adalah : orang tersebut terus mengalami kilas balik (flash back) tentang pengalaman traumatis yang pernah dialaminya, dan hal ini berlangsung berulang-ulang. Mereka sering teringat pada kejadian tersebut bahkan hingga membuat orang tersebut mengalami mimpi buruk tentang pengalaman itu.

Penderitaan emosi yang dialami oleh orang tersebut akan muncul dalam berbagai bentuk perilaku, sebagai misal suara petir akan mengingatkan veteran perang pada suara mortar dan suara geranat sehingga orang tersebut akan ketakutan, atau akan menjadi lebih siaga, atau bagi orang yang selamat dari Tsunami, akan kaget dan berlari ketika ada suara gemuruh kereta api, karena dia teringat dengan suara ombak tsunami yang bergemuruh.

2. Avoidance & Emotional Numbing

Gejala yang terkait dengan menghindari (avoidance), yaitu muncul dalam bentuk orang yang bersangkutan akan berusaha menghindari untuk berpikir tentang kejadian traumatik yang dia alami atau bahkan tidak mau menghadapi menghadapi kejadian serupa yang akan mengingatkan pada kejadian tersebut. 

Sebagai contoh, orang yang mengalami kecelakaan mobil parah mungkin akan menghindari naik mobil atau bahkan tidak mau melihat mobil. Seorang veteran perang mungkin akan menghindari kerumunan orang karena bagi mereka kerumunan orang adalah sesuatu yang berbahaya. 

Gejala yang ditunjukan dalam kategori mati rasa terlihat dengan menurunnya ketertarikan orang yang mengalami gangguan pada orang lain. Mereka berusaha memisahkan diri dari orang lain, dan mereka tidak mampu untuk merasakan berbagai emosi positif seperti senang, bangga, dan emosi-emosi lainnya.

3. Hyperarousal

Gejala yang terakhir, gejala yang terkait dengan meningkatnya kecemasan, ketegangan, dan emosi (hyperarousal). Gejala dalam kategori ini muncul dalam berbagai bentuk perilaku seperti lebih sulit untuk tertidur, sulit fokus dan berkonsentrasi, waspada secara berlebihan, dan perilaku terkejut yang berlebihan ketika dia kaget terhadap sesuatu, hal ini terjadi karena dia teringat dengan masa lalu traumatik yang dihadapinya.

Berikut ini adalah ciri-ciri lain orang yang mengalami PTSD : 
  1. Penggambaran pada kejadian traumatik membuat orang tersebut mengalami ketakutan yang ekstrem 
  2. Orang yang menderita merasa mengulangi lagi kejadi traumatik yang pernah dialaminya 
  3. Orang yang bersangkutan akan menghindari situasi-situasi yang bisa mengingatkannya pada kejadian traumatik yang pernah dialaminya 
  4. Gejala-gejala ketegangan yang berlebihan seperti perilaku terkejut yang ditunjukan secara berlebihan 
  5. Gejala-gejala tersebut muncul dalam waktu kurang lebih satu bulan. 
Nah, jika para pembaca menemukan kenalan atau siapapun menunjukan gejala-gejala diatas, terutama setelah kejadian trauma, akan lebih baik jika saudara merujuk mereka pada ahli. Dalam hal ini yaitu seorang psikolog, untuk penanganan lebih lanjut. Karena gangguan ini tentu tidak hanya akan menjadi tekanan bagi penderita tapi menjadi sumber stress juga bagi orang-orang terdekatnya. Penyebab kenapa seseorang rentan terhadap gangguan ini di bahas di artikel selanjutnya.

Baca juga :

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat :)
Jika dirasa bermanfaat silahkan share pada teman-teman ataupun orang-orang yang anda sayangi karena mungkin mereka membutuhkan :D

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar

"Mohon untuk tidak memberikan komentar yang berbau SARA,pornografi atau pesan negatif lainnya, karena akan kami hapus dari postingan ini"